FULL DAY SCHOOL
A. Pengertian Full Day School
Full day school berasal dari bahasa Inggris. Full artinya penuh, day artinya hari, sedang school artinya sekolah. Jadi pengertian full day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi hari sampai sore hari, mulai pukul 06.45-15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Dengan demikian, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi. Hal yang diutamakan dalam full day school adalah pengaturan jadwal mata pelajaran dan pendalaman.
Secara Umum sistem full day school adalah komponen-komponen yang disusun dengan teratur dan baik untuk menunjang proses pendewasaan manusia (peserta didik) melalui upaya pengajaran dan pelatihan dengan waktu di sekolah yang lebih panjang atau lama dibandingkan dengan sekolah-sekolah pada umumnya
B. Tujuan Pembelajaran Full Day School
Pelaksanaan full day school merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan, baik dalam prestasi maupun dalam hal moral atau akhlak. Dengan mengikuti full day school, orang tua dapat mencegah dan menetralisir kemungkinan dari kegiatan-kegiatan anak yang menjerumus pada kegiatan yang negatif. Salah satu alasan para orang tua memilih dan memasukkan anaknya ke full day school adalah dari segi edukasi siswa. Banyak alasan mengapa full day school menjadi pilihan di antaranya:
- Meningkatnya jumlah orangtua yang bekerja yang kurang memberikan perhatian kepada anaknya, terutama yang berhubungan dengan aktivitas anak setelah pulang dari sekolah.
- Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat, dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri. Perubahan tersebut jelas berpengaruh pada pola pikir dan cara pandang masyarakat. Kemajuan sains dan teknologi yang begitu cepat perkembangannya, terutama teknologi komunikasi dan informasi lingkungan kehidupan perkotaan yang menjurus kearah individualisme.
- Perubahan
sosial budaya memengaruhi pola pikir dan cara pandang masyarakat. Salah
satu ciri masyarakat industri adalah mengukur keberhasilan dengan
materi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat
yang akhirnya berdampak pada perubahan peran. Peran ibu yang dahulu
hanya sebagai ibu rumah tangga, dengan
tugas utamanya mendidik anak, mulai bergeser. Peran ibu di zaman sekarang tidak hanya sebatas sebagai ibu rumah tangga, namun seorang ibu juga dituntut untuk dapat berkarier di luar rumah. - Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat sehingga jika tidak dicermati, maka kita akan menjadi korban, terutama korban teknologi komunikasi. Dengan semakin canggihnya perkembangan di dunia komunikasi, dunia seolah-olah sudah tanpa batas, dengan banyaknya program televisi serta menjamurnya stasiun televisi membuat anak-anak lebih nyaman untuk duduk di depan televisi dan bermain play station (PS). Adanya perubahan-perubahan di atas merupakan suatu sinyal penting untuk dicarikan alternatif pemecahannya. Dari kondisi seperti itu, akhirnya para praktisi pendidikan berpikir keras untuk merumuskan suatu paradigma baru dalam dunia pendidikan.
Full day school selain bertujuan mengembangkan manajemen mutu pendidikan yang paling utama adalah full day school bertujuan sebagai salah satu upaya pembinaan akidah dan akhlak siswa dan menanamkan nilai-nilai positif. Full day school juga memberikan dasar yang kuat dalam belajar pada segala aspek yaitu perkembangan intelektual, fisik, sosial dan emosional. Karena dalam sistem full day school, sekolah memiliki waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan sekolah dasar konvensional pada umumnya.
C. Dampak-Dampak dari Full Day School
Sistem full day school dapat memberikan beberapa dampak bagi siswa. Dampak-dampak tersebut, yakni sebagai berikut :
Dampak Positif Full Day School
1. Memberikan kesempatan pada anak untuk berkumpul dengan teman sebayanya dengan lebih baik. Dengan adanya sistem full day school ini, siswa akan lebih mengenal teman sebayanya bahkan berpotensi menemukan teman dengan hobi yang sama sehingga termotivasi untuk semangat mewadahi hobi yang sama tersebut dalam sebuah prestasi yang membanggakan.
2. Mewadahi bakat dan minat siswa sejak dini melalui program ekstrakulikuler. Program tambahan yang ada dalam sistem ini dapat menyalurkan bakat dan minat siswa sejak dini. Apalagi adanya tambahan pembinaan dari bimbingan konseling dapat membantu siswa yang belum mengetahui bakat mereka untuk menemukan bakatnya.
3. Mendidik kepribadian anak sehingga tak mudah goyah dalam menyikapi arus globalisasi. Adanya full day school ini juga dalam rangka menanamkan kepribadian siswa, sehingga nantinya diharapkan mereka akan menjadi generasi muda yang tidak mudah goyah menghadapi berbagai godaan negatif yang menghampiri mereka.
Dampak Negatif Full Day School
1. Anak jenuh berada di sekolah dalam kurun waktu yang lama. Sistem full day school ini tentunya menuntut kelengkapan fasilitas sekolah serta SDM guru untuk mencapai apa yang diharapkan dari adanya sistem ini. Persiapan yang kurang matang justru dapat mengakibatkan kejenuhan siswa karena lamanya waktu yang mereka habiskan di tempat yang sama, yakni di sekolah.
2. Interaksi sosial dengan kerabat atau teman sebaya di luar sekolah menjadi minim. Banyaknya waktu yang mereka habiskan di sekolah membuat interaksi sosial dengan keluarga, kerabat atau teman-teman di luar sekolah menjadi kurang. Hal ini berefek pada psikologi siswa dalam berinteraksi di luar sekolah. Kondisi mereka yang sudah lelah sepulang dari sekolah membuat mereka malas untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya di sekitar rumah mereka.
Full day school ini memiliki banyak dampak positif apabila persiapannya dilakukan secara matang. Jika persiapannya kurang matang, ia justru menjadikan siswa jenuh dan pembelajarannya di sekolah menjadi tidak optimal. Maka dari itu siswa perlu lebih pandai dalam menyikapi sistem full day school ini. Perlunya pemanfaatan waktu yang baik juga.




